Rabu, 08 April 2009

Ancaman Bencana Akibat Badai Matahari pada 2012

Menurut laporan website Inggris "New Scientist", maksud dari badai matahari atau solar storm adalah siklus kegiatan peledakan dahsyat dari masa puncak kegiatan bintik matahari (sunspot), biasanya setiap 11 tahun akan memasuki periode aktivitas badai matahari.

Ilmuwan Amerika baru-baru ini memperingatkan bahwa pada tahun 2012 bumi akan mengalami badai matahari dahsyat (Solar Blast), daya rusakanya akan jauh lebih besar dari badai angin "Katrina", dan hampir semua manusia di bumi tidak akan dapat melepaskan diri dari dampak bencananya.

Badai Matahari Kuat pada 2012 akan Menyerang
Pada 22 September 2012 tengah malam, langit New York, Manhattan Amerika Serikat akan tertutupi oleh seberkas layar cahaya yang warna-warni. Di wilayah selatan New York ini, sangat sedikit orang yang dapat melihat fenomena aurora ini.

Namun, perasaan menikmati indahnya pemandangan alam ini tidak akan berlangsung lama. Setelah beberapa detik, semua bola lampu listrik di wilayah tersebut mulai gelap dan berkedip tak menentu, kemudian sinar cahayanya dalam seketika tiba-tiba bertambah terang, dan cahaya bola lampu menjadi luar biasa terang.

Selanjutnya, semua lampu mati. 90 detik kemudian, seluruh bagian Timur Amerika Serikat akan mengalami pemadaman listrik. Setahun kemudian, jutaan orang Amerika mulai mati, infrastruktur negara akan menjadi timbunan puing. Bank Dunia akan mengumumkan Amerika berubah menjadi negara berkembang.

Pada saat yang sama, Eropa, China dan Jepang dan daerah lain atau negara juga akan sama seperti Amerika Serikat, berjuang dalam bencana sekali ini. bencana ini datang dari badai matahari atau solar storm yang dahsyat, terjadi pada permukaan matahari yang berjarak 150 juta km dari bumi.

Alat Deteksi Amerika Berhasil Mengambil Foto Badai Matahari
Mungkin cerita di atas kedengarannya mustahil, dalam keadaan normal matahari tidak akan bisa menyebabkan bencana besar seperti itu pada bumi. Namun, laporan khusus yang dikeluarkan oleh National Academy of Sciences, Amerika Serikat pada bulan Januari 2009 menyatakan bahwa bencana seperti ini sangat mungkin bisa terjadi. Studi tersebut disponsori oleh NASA.

Dalam beberapa dekade, dalam perkembangan masyarakat manusia, peradaban Barat telah menanamkan bibit-bibit untuk kehancuran mereka sendiri. Cara hidup modern secara berlebihan yang sangat tergantung pada ilmu pengetahuan dan teknologi, secara tidak sengaja membuat kita lebih banyak terperangkap dalam suatu kondisi yang super berbahaya.

Plasma balls yang dipancarkan dalam letusan permukaan matahari mungkin bisa menghancurkan jaringan listrik kita, sehingga mengakibatkan bencana dahsyat. Daniel Becker dari University of Colorado seorang ahli cuaca angkasa adalah pencetus laporan khusus dari Academy of Sciences Amerika Serikat, "Sekarang ini kita semakin dekat dengan kemungkinan bencana ini. Jika manusia tidak dapat mempersiapkan diri deng-an matang terhadap bencana badai matahari yang akan menimpa ini. Badai matahari ini mungkin akan memutuskan pasokan listrik umat manusia, sinyal ponsel, bahkan termasuk sistem pasokan air."

Namun demikian, ada beberapa ahli yang menyatakan pandangan yang berbeda, mereka mempertimbangkan dampak badai matahari terutama terkonsentrasi di luar ruang angkasa, dan karena efek rintangan medan magnetik bumi dan atmosfir, pengaruh gangguannya tidak akan terlalu nyata terhadap kehidupan di bumi.

Para ahli mengatakan, ketika aktivitas badai matahari aktif, akan terus menerus terjadi pembakaran dan peledakan pada sunspot, pada saat sejumlah besar sinar ultraviolet dilepaskan akan menyebabkan densitas lapisan ionosfir di atas angkasa bumi meningkat mendadak, menyerap habis energi gelombang pendek, sehingga gelombang pendek sinyal radio terganggu. Tetapi ponsel yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk transmisi sinyal radio tidak melalui lapisan ionosfir, sehingga pada umumnya dampak badai matahari terhadap komunikasi di permukaan bumi tidak akan signifikan.

Secara teoritis, pada umumnya intensitas badai matahari tidak akan bisa menerobos perlindungan atmosfer dan medan magnetik bumi, hingga secara fatal mengancam spesies yang berada di bumi. Tetapi untuk badai matahari tahun 2012 para ahli khawatir mungkin menjadi pengecualian.

Mungkin Membawa Dampak Bencana Besar pada Bumi
Ilmuwan Amerika Serikat memperingatkan bahwa, pada 2012 badai matahari yang kuat di bumi akan membawa malapetaka besar pada manusia, yang akan mempengaruhi setiap aspek pada masyarakat modern sekarang. Para ahli yang mengeluarkan peringatan meng-atakan, dampak badai matahari pada bumi kemungkinan adalah "efek domino".

Coba pikirkan, bila jaringan listrik menjadi rapuh dan tidak stabil, hal-hal yang berhubungan dengan bisnis pasokan listrik juga akan menjadi korban: peralatan refrigeration berhenti, makanan dan obat-obatan yang tersimpan dalam ruang berpendingin dalam jumlah besar akan kehi-langan kondisi penyimpanan dan rusak; pompa tiba-tiba berhenti berfungsi, air minum pada masyarakat akan menjadi masalah. Selain itu, karena gangguan pada sinyal satelit, sistem posisi GPS akan menjadi sampah.

Sebenarnya pada awal 1859 pernah terjadi kasus serupa, peledakan badai matahari saat itu bahkan me-ngakibatkan jaringan telegram terbakar rusak. Tentu saja sekarang ini di bumi sudah dipenuhi oleh fasilitas kabel dan nirkabel, tetapi fasilitas ini sulit menahan ujian badai matahari.

ketika badai matahari kuat menyerang, umat manusia di bumi akan menghadapi dua masalah besar. Pertama, adalah tentang masalah jaringan listrik modern sekarang. Jaringan listrik modern sekarang pada umumnya menggunakan tegangan tinggi untuk mencakup daerah lebih luas, ini akan memungkinkan operasi jaringan listrik lebih efisien, Anda bisa mengurangi kerugian selama transmisi listrik, juga kerugian listrik karena produksi yang berlebihan.

Namun, secara bersama ia juga menjadi lebih rentan terhadap serangan cuaca ruang angkasa. transmisi jaringan akan menjadi sangat rentan dan tidak stabil, atau bahkan mungkin menyebabkan terhenti secara total. dan ini hanya merupakan efek domino yang pertama, selanjutnya mungkin juga akan menyebabkan "lalu lintas lumpuh, komunikasi terputus, industri keuangan runtuh dan fasilitas umum kacau; pompa berhenti menyebabkan pasokan air minum terputus, kurangnya fasilitas pendingin, makanan dan obat-obatan sulit disimpan secara efektif.

Para ilmuwan telah memperkirakan bila ada intensitas badai matahari kuat mungkin dapat menyebabkan kerugian sosial dan ekonomi manusia, hanya pada tahun pertama saja kerugiannya mencapai 1-2 triliun dollar AS, sementara pemulihan dan rekonstruksinya diperlukan setidaknya 4-10 tahun

Isu yang kedua adalah tentang masalah sistem jaringan listrik yang saling ketergantungan yang dukungan kehidupan modern kita, seperti masalah air dan penanganan limbah, masalah infrastruktur logistik supermarket, masalah pengendalian gardu listrik, pasar keuangan dan lainnya yang tergantung pada listrik. Jika dua masalah digabung jadi satu, kita dapat dengan jelas melihat bahwa peristiwa kemungkinan muncul kembalinya badai matahari Carrington sangat mungkin akan menyebabkan bencana besar yang langka.

Adviser laporan khusus dari National Academy of Sciences Amerika Serikat dan analis daya listrik industri John Kappenman menganggap "Bencana seperti ini dibandingkan dengan bencana yang biasa kita bayangkan secara total berlawanan. biasanya wilayah kurang berkembang rawan serangan bencana, namun dalam bencana ini, wilayah yang semakin berkembang lebih rentan terhadap serangan bencana."

Manusia Belum Mempersiapkan Diri
Menghadapi kemungkinan bencana serius yang akan me-nimpa, Amerika Serikat dan seluruh umat manusia tidak segera merespon untuk mempersiapkan pekerjaan secara baik dalam menghadapi putaran badai matahari berikutnya. Becker me-ngatakan bahwa karena kemungkinan terjadinya skala besar badai matahari sangat kecil, "Seluruh masyarakat bahkan tidak menanggapinya, namun hanya memperhatikan masalah di hadapan mata".

Terhadap cuaca di bumi, para ahli cuaca dapat melacak badai yang akan menimpa selama beberapa hari ke depan, dan mengeluarkan peringatan yang sesuai kepada penduduk setempat, namun badai matahari atau cuaca ruang angkasa benar-benar berbeda. Backer mengatakan bahwa sekarang ini kita masih tidak dapat memprediksi secara akurat waktu dan kekuatan badai matahari, yang dapat diprediksi oleh saya dan rekan saya hanya jika sebuah badai matahari besar menyerang, kami secara mutlak tidak mampu menanganinya. "

Ini mirip dengan peringatan dini bencana angin topan dan manusia di bumi, dewasa ini umat manusia terutama tergantung pada prediksi dari siklus sunspot untuk memantau intensitas badai matahari serta dampaknya pada bumi. Yang dimaksud dengan sunspot adalah proses peningkatan dan pengurangan yang berarti dalam jumlah sunspot setiap 11 tahun. Siklus dihitung mulai dari aktivitas terendah sunspot pada matahari. Dalam masa aktif sunspot akan meningkat, badai matahari yang terjadi akan lebih banyak.

Ketika badai matahari terjadi, partikel kecepatan tinggi serta aliran ion yang terbentuk oleh partikel bermuatan listrik yang dipancarkan secara besar-besaran oleh matahari akan berpengaruh terhadap lapisan medan magnit bumi, ionosfir serta kondisi atmosfir netral. Dalam masalah dampak bahaya badai matahari, lebih dari satu abad, orang-orang terus memantau kegiatan sunspot.

Berdasarkan fenomena yang terjadi di atas permukaan matahari serta data bintik matahari siklus yang terjadi sebelumnya, para ilmuwan dari National Center for Atmospheric Research, NCAR, Amerika Serikat, berhasil mengembangkan sebuah model baru ilmu dinamika solar. Dengan model baru, para astronom dapat memberikan peringatan secara dini dari aktivitas sunspot matahari. Mereka berharap bahwa peringatan dini dapat membantu perusahaan-perusaha an listrik, para pengendali satelit dan aspek lainnya dalam beberapa hari atau bahkan tahun-tahun sebelumnya agar bisa bersiap-siap menghadapai kegiatan sunspot matahari.

Menurut informasi, ketepatan model baru ini dapat mencapai akurasi 98%. Richard Enke dari National Science Foundation, Departemen Atmospheric Research Amerika Serikat mengatakan bahwa jika dapat secara dini memprediksi aktivitas badai matahari, orang-orang akan dapat dengan baik menanggulangi gangguan seperti komunikasi, kegagalan satelit, pemadaman listrik, serta ancaman terhadap astronot dan hal-hal lain.(Erabaru. or.id/lim)

Kamis, 02 April 2009

BERSYUKURLAH...HATIMU DISAPA ALLAH....

Kadang kita sering mengeluh dengan keadaan kita, dengan sedikit ujian ini. padahal belum datang ujian sepeti pendahulu kita. lalu patutkah hati ini mengatakan "Aku beriman padaMu ya Allah...."?


Di tengah carut marut kehidupan, ada nikmat yang tak tertandingi dalam kenestapaan.

di tengah hingar bingar dunia, ada kedamaian dalam sepi yang melanda

dan ditengah dengkur yang nyata, ada air mata yang membersihkan dosa.


Maka bersyukurlah ketika Allah menyapa hati kita dengan ujiannya.



Ada seorang hamba Allah, beliau rajin sholat tiap malam dan bermunajat,

berkhalwat dengan Al-Kholiq. Setiap malam dari ke2 matanya yang

memerah, mengalir air yang membasahi janggutnya, beliau berbisik-bisik

lirih memohon beberapa permntaan dan pengharapan. Dari waktu

ke waktu,tahun ke tahun,hingga putih rambutnya, tak kunjung

jua segera diangkat kemiskinan yg menjadiselimut kehidupannya selama ini,

keluarganya sering sakit-sakitan, setiap hari ia keluar untuk

berusaha mmproleh rizki Allah, tapi tidak tampaklah dilapangkan rizki itu untuknya.

Padahal dahulu, KETIKA IA MASIH BEKERJA MENJADI PETUGAS BEA CUKAI, UANG DAN KESENANGAN ADALAH KAWAN AKRAB.

Hingga suatu saat, ia mendengarkan ceramah yang menjelaskan bahwa penyelewengan yg sering ia lakukan selama ini adalah haram dan tidak membawa keberkahan,kelak penyelewengan ini akan brhadapan dengan hukum Allah yang tak bisa dibantah lagi di akhirat.

Bergetar hatinya, masuk hidayah Allah atasnya.

Sejak itu, ia tak pernah lagi melakukan hal tersebut, semkin rajin ia melakukan sholatul lail, mengadukan nasibnya hanya pada Allah, agar diberi harta

yang halal dan rizki yang lapang dalam menghidupi keluarganya.

Namun, berangsur-angsur seakan terkena kualat

(karena meninggalkan perbuatan haram itu) PENGHASILANNYA SEMAKIN

MENURUN, BELIAU SEKELUARGA SERING SAKIT DAN MENJADIKAN

BADANNYA YANG SEHAT MENJADI KURUS,

ANAK SATU-SATUNYA MENINGGAL SETELAH MENJALANI PERAWATAN SELAMA BEBERAPA MINGGU

DI RUMAH SAKIT.

Sampai saat itu, ia masih sabar, tak pernah terucap dari mulutnya

kata-kata keluhan dan makian atas apa yang menimpa

hidupnya, malahan menjadikannya semakin sering

dan khusyu mendekatkan diri kepada Allah.

Dan malang tak kunjung padam terhadapnya,

korupsi yang ia lakukan bertahun silam terungkap. Ia

dan beberapa rekannya dipecat dengan tidak hormat.

Subhanallah, semakin berat rasanya hidup ini baginya.

Tambah satu kalimat panjang di malam harinya ia mengadu kehadapan Rabbnya, menangis dan perih rasa batinnya. Setiap dalam sedihnya ia berdoa,

selalu ada bisikan lirih dalam hartinya, “Apa yang engkau

harapkan itu dekat sekali bila engkau bertaqwa”

Setiap mendengar bisikan itu, timbul semangatnya.

Kini setelah ia dipecat, ia berdagang. Baginya dagang yang tidak pernah untung,

Hutang yang semakin menumpuk,

Musibah yang datang seakan tak berujung…….ahhh!!!

Setelah puluhan tahun kedepan setelah ia dekat dengan Allah setiap malamnya,

tidak juga berubah hidupnya. Sejak puluhan tahun ia mendengar bisikan di atas

tidak juga nampak yang dijanjikanNya. Mulailah timbul pemikiran yang tidak baik dari syaiton.

hingga beliau berkesimpulan tampaknya Allah tidak ridho

terhadap doanya selama ini. Maka pada malam

harinya, ia berdoa kepada Allah

“WAHAI ALLAH YANG MENCIPTAKAN MALAM DAN SIANG,

YANG DENGAN MUDAH MENCIPTAKAN DIRIMU YANG SEMPURNA INI,

KARENA ENGKAU TIDAK MENGABULKAN

PERMINTAANKU, MULAI BESOK AKU TIDAK AKAN

MEMINTA DAN SHOLAT LAGI KEPADAMU. AKU AKAN LEBIH

RAJIN BERUSAHA AGAR TIDAKLAH SELALU BERALASAN

BAHWA SEMUA TERGANTUNG DIRIMU.

MAAFKAN AKU SELAMA INI, AMPUNI

AKU YANG MENGANGGAP BAHWA DIRIKU

SUDAH DEKAT DENGANMU!”

Beliau tutup doa dengan perasaan berat dari awal ia berniat seperti itu.

(‘mengkhatamkan’ ibadah sholat lailnya)

Beliau dengan pemikiran menerawang tidak

mengetahui kapan ia tertidur. Dalam tidurnya, ia bermimpi,

mimpi yang membuatnya semakin merasa bersalah.

Seakan ia melihat suatu padang luas bermandikan cahaya yang menakjubkan.

Jutaan makhluk cahaya duduk di atas betisnya sendiri

dengan kepala tertunduk takut. Ketika beliau mencoba mengangkat

wajahnya untuk melihat kepada siapa mereka bersimpuh,

Tidak mampu…!!kepalanya dan matanya tidak mampu

memandang dengan menengadah.

Beliau hanya bisa melihat para makhluk yang duduk di hadapan

Sesuatu Yang Dasyat. Terdengar olehnya suara pertanyaan

“BAGAIMANA HAMBAKU SI FULAN,WAHAI MALAIKATKU?”

Nama yang tidak dikenalnya. Seorang berdiri dengan tubuh gemetar

Karena takut dan bersuara lirih, “Subhanaka yaa Malikul Quddus,

Engkau lebih tahu keadaan hambaMu itu. Dia

mengatakan demikian “Wahai Allah yang menciptakan

malam dan siang, yang dengan mudah menciptakan dirimu

Yang sempurna ini, karena Engkau tidak mengabulkan permintaanku hingga saat ini, mulai besok aku tidak akan meminta dan sholat lagi kepadaMu.

Aku akan lebih rajin berusaha agar tidaklah terus beralasan

bahwa semua tergantung dariMu.

Ma’afkan aku selama ini, ampuni aku

yang menganggap bahwa diriku sudah dekat denganMu!”

Ampuni dia ya Aziiz..Ya Ghofuurur Rohim..!!!”

Tersentak beliau, itu..kata-kataku semalam_..celaka, pikirnya.

Kemudian terdengar suara lagi: “Sayang sekali, padahal aku sangat menyukainya,

sangat mencintainya.Dan aku paling suka melihat wajahnya yang

terpendam menangis, bersimpuh dengan menengadahkan tangannya

yang gemetar padaKu, dengan bisikan-bisikan permohonannya

kepadaKu, dengan permintaan-permintaannya kepadaKu,

sehingga tak ingin cepat-cepat ku kabulkan apa yang hendak aku berikan kepadanya

agar lebih lama dan sering Aku memandang wajahnya,

Aku percepat cintaKu padanya dengan Aku bersihkan ia dari daging-daging haram dalam badannya dengan sakit yang ringan. Aku sangat menyukai keikhlasan hatinya disaat aku ambil putranya. Di saat Ku beri dia cobaan

tak pernah sekalipun kudengar keluhan kesal.

dan menyesal dari mulutnya. Aku rindu kepadanya,

rindu isak tangisnya… , rindukah ia padaKu , hai malaikat-malaikatKu?

Suasana hening. Tak ada jawaban. Menyesallah beliau atas pernyataannya semalam.

Ingin ia berteriak untuk menjawab untuk menjawab dan minta ampun,

tapi suaranya tak terdengar, bising dalam hati karenanya.

“Ini aku Ya Rabb…ini aku. Ampuni aku Yaa Rabbi, maafkan kata-kataku!”

Semakin takut rasanya ketika mereka tampak tak mendengar, mengalirlah air matanya. terasa hangat dipipi. Astaghfirullah..!! terbangun ia, mimpi…Segeralah ia berwudhu, dan kembali bersujud dengan bertambah khusyu’.

kembali ia sholat lebih panjang dari biasanya. kembali ia bermunajat dan berbisik-bisik dengan

Al-Khaliq dan berjanji tidak akan lagi ia mengulangi sikapnya seperti malam tadi

selama-lamanya.. “…Yaa..Allah, Yaa Rabbi jangan Engkau

ungkit-ungkit kebodohanku yang lalu, ini aku, hambaMu yang tidak

pintar berkata manis, datang dengan berlumur dosa

dan segunung masalah dan harapan.

apapun dariMu.., asal Engkau tidak membenciku,

aku rela..Yaa Allah, aku rindu padaMu…”.



Subhanallah....Ketika Allah menginginkan kebaikan atas diri hambaNya, maka Ia akan mempercepat azabnya di dunia, sebab Ia ingin meringankan siksanya di akherat kelak.

siksa dunia adalah kenikmatan bagi para hamba yang dijanjikan surga. perlulah hati kita mengingat, tak ada kenikmatan yang lebih indah dari pada iman dan islam. "Maka Nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS.55:13)



Bersyukurlah Allah menyentuh lubuk hatimu, tuk merasakan semua beban ujian. karena Allah tak inginkan kulit telapak kaki kita terkena lidah api neraka yang akan melelehkan otak kita dan menghancurkan semua tubuh ini. (itulah seringan-ringannya siksa)



Dalam nestapamu mintalah :
Allah...perintahkan pada segumpal darah ini untuk tetap ikhlas
perintahkan kedua mata ini untuk tidak melihat selain apa yang patut di lihat
perintahkan pada tubuh ini untuk menolak segala barang haram yang masuk
perintahkan pada nalar ini untuk sejalan dengan TitahMu
perintahkan pada kaki ini untuk melangkah pada tempat yang Kau ridhoi
perintahkan paa tangan ini untuk tidak mendekati apa yang bukan hakku
perintahkan pada kedua alis ini untuk tak lagi berkerut
perintahkan pada bibir ini untuk bisa menyiratkan senyum terindahku
sebab hanya Engkaulah sebaik baiknya pengatur
dan Engkaulah yang maha Tahu


So..IT'S TIME TO SMILE...

TANGIS ABDURRAHMAN BIN 'AUF

Pada suatu hari, saat kota Madinah sunyi senyap, debu yang sangat tebal mulai mendekat dari berbagai penjuru kota hingga nyaris menutupi ufuk. Debu kekuning-kuningan itu mulai mendekati pintu-pintu kota Madinah. Orang-orang menyangka itu badai, tetapi setelah itu mereka tahu bahwa itu adalah kafilah dagang yang sangat besar. Jumlahnya 700 unta penuh muatan yang memadati jalanan Madinah. Orang-orang segera keluar untuk melihat pemandangan yang menakjubkan itu, dan mereka bergembira dengan apa yang dibawa oleh kafilah itu berupa kebaikan dan rizki. Ketika Ummul Mukminin Aisyah RHA mendengar suara gaduh kafilah, maka dia bertanya, "Apa yang sedang terjadi di Madinah?" Ada yang menjawab, "Ini kafilah milik Abdurrahman bin Auf RA yang baru datang dari Syam membawa barang dagangan miliknya." Aisyah bertanya, "Kafilah membuat kegaduhan seperti ini?" Mereka menjawab, "Ya, wahai Ummul Mukminin, kafilah ini berjumlah 700 unta." Ummul Mukminin menggeleng-gelengkan kepalanya, kemudian berkata, "Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Aku bermimpi melihat Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak'." (al-Kanz, no. 33500)

Renungkanlah, wahai orang-orang yang punya akal pikiran; Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak!

Sebagian sahabatnya menyampaikan berita ini kepadanya. Ia teringat bahwa ia pernah mendengar hadits ini dari Nabi SAW lebih dari sekali, dan dengan lafazh yang berbeda-beda. Ia pun melangkahkan kakinya menuju rumah Ummul Mukminin Aisyah RHA dan berkata kepadanya, "Sungguh engkau telah menyebutkan suatu hadits yang tidak akan pernah aku lupa-kan."

Kemudian ia berkata, "Aku bersaksi bahwa kafilah ini berikut muatan dan pelananya, aku infakkan di jalan Allah SWT."

Muatan 700 unta itu pun dibagi-bagikan kepada penduduk Madinah dan sekitarnya dalam "pesta besar". Itulah Abdurrahman bin Auf, seorang pedagang sukses, orang kaya raya, mukmin yang mahir... yang menolak bila kekayaannya itu menjauhkannya dari kafilah iman dan pahala surga. Bagaimana tidak? Sedangkan ia adalah salah seorang dari delapan orang yang telah lebih dahulu masuk Islam, dan termasuk salah seorang yang diberi kabar gembira dengan surga.

Ia adalah salah seorang dari enam anggota musyawarah yang ditunjuk oleh al-Faruq Umar RA untuk memilih khalifah di antara mereka sepeninggalnya seraya berkata, "Rasulullah SAW wafat dalam keadaan ridha kepada mereka."

Ia berhijrah ke Habasyah, kemudian kembali ke Makkah. Kemudian berhijrah ke Habasyah untuk kedua kalinya. Kemudian berhijrah ke Madinah, dan mengikuti perang Badar, Uhud dan semua peperangan.

Ketika Rasulullah SAW mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan Anshar, beliau mempersaudarakan antara Abdurrahman bin Auf dengan Sa'd bin ar-Rabi' RA. Mengenai hal itu, Anas bin Malik RA menuturkan, "Sa'd berkata kepada Abdurrahman, 'Wahai saudaraku, aku adalah penduduk Madinah yang paling banyak hartanya, lihatlah separuh hartaku lalu ambillah. Aku punya dua istri, lihatlah mana di antara keduanya yang paling engkau kagumi, maka aku akan menceraikannya untuk engkau nikahi.' Abdurrahman bin Auf menjawab, 'Semoga Allah memberkahimu berkenaan dengan keluargamu dan hartamu... Tunjukkanlah padaku letak pasar.' Lalu ia pergi ke pasar, lalu membeli dan menjual serta mendapatkan keuntungan."

Perdagangannya sukses lagi diberkahi, dia mencari yang halal dan menjauhi yang haram serta syubhat. Dalam perdagangannya terdapat bagian yang sempurna untuk Allah, yang disampaikan untuk keluarga dan saudara-saudaranya, serta untuk menyiapkan pasukan kaum muslimin.

Ia pernah mendengar Rasulullah a bersabda kepadanya pada suatu hari,

يَا ابْنَ عَوْفٍ، إِنَّكَ مِنَ اْلأَغْنِيَاءِ، وَإِنَّكَ سَتَدْخُلُ الْجَنَّةَ حَبْوًا، فَأَقْرِضِ اللهَ يُطْلِقْ لَكَ قَدَمَيْكَ

"Wahai Ibnu Auf, sesungguhnya kamu termasuk kaum yang kaya raya, dan kamu akan masuk surga dengan merangkak. Oleh karena itu, pinjamkanlah suatu pinjaman kepada Allah sehingga Allah membebaskan kedua telapak kakimu." (HR. al-Hakim, 3/ 311 dan al-Hilyah, 1/ 99)

Sejak saat itu, ia memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik, sehingga Allah melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Suatu hari ia menjual tanah seharga 40.000 dinar, kemudian membagikan semuanya untuk keluarganya yaitu Bani Zahrah, untuk Ummahatul Mukminin, dan kaum fakir dari kalangan kaum muslimin. Suatu hari ia memberikan untuk pasukan kaum muslimin se-banyak 500 kuda. Pada hari yang lain, ia memberikan sebanyak 1500 unta. Ketika meninggal, ia mewasiatkan sebanyak 50.000 dinar di jalan Allah. Ia mewasiatkan untuk masing-masing orang yang masih hidup dari peserta perang Badar mendapat-kan 400 dinar di jalan Allah. Sampai-sampai Imam Syahid Utsman bin Affan RA mengambil bagiannya dari wasiat tersebut seraya berkata, "Harta Abdurrahman adalah halal dan bersih, dan menikmati harta tersebut menjadi kesembuhan dan keberkahan."

Karena itu dia berkata, "Penduduk Madinah semuanya adalah sekutu Ibnu Auf berkenaan dengan hartanya... karena sepertiganya ia pinjamkan kepada mereka, sepertiganya untuk membayarkan hutang mereka, dan sepertiganya lagi ia sampai-kan dan berikan kepada mereka."

Sekarang... mari kita lihat air mata orang shalih ini yang menjadikannya sebagai golongan orang-orang yang shalih, zuhud, dan jauh dari dunia berikut segala isinya.

Suatu hari ia dibawakan makanan untuk berbuka, karena ia berpuasa. Ketika kedua matanya melihat makanan itu dan mengundang seleranya, ia menangis seraya berkata, "Mush'ab bin Umair gugur syahid dan ia lebih baik daripada aku, lalu ia dikafani dengan selimut. Jika kepalanya ditutupi, maka kedua kakinya kelihatan dan jika kedua kakinya ditutupi, maka kepalanya kelihatan. Hamzah gugur sebagai syahid dan ia lebih baik daripada aku. Ia tidak mendapatkan kain untuk mengkafaninya selain selimut. Kemudian dunia dibentangkan kepada kami, dan dunia diberikan kepada kami sedemikian rupa. Aku khawatir bila pahala kami telah disegerakan kepada kami di dunia."

Pada suatu hari sebagian sahabatnya berkumpul untuk me-nyantap makanan di kediamannya. Ketika makanan dihidangkan di hadapan mereka, maka ia menangis. Mereka bertanya, "Apa yang membuatmu menangis, wahai Abu Muhammad?" Ia menjawab, "Rasulullah SAW telah meninggal dalam keadaan beliau berikut ahli baitnya belum pernah kenyang makan roti gandum... Aku tidak melihat kita diakhirkan, karena suatu yang lebih baik bagi kita."

Demikianlah Abdurrahman bin Auf, sampai-sampai dikatakan tentang dia, seandainya orang asing yang tidak mengenalnya melihatnya sedang duduk bersama para pelayannya, maka ia tidak bisa membedakan di antara mereka.

Ketika al-Faruq Umar bin al-Khaththab RA akan melepas nyawanya yang suci, dan memilih enam orang dari sahabat Rasulullah SAW untuk memilih khalifah baru, di antara mereka ialah Abdurrahman bin Auf, maka pada saat itu banyak jari yang menunjuk ke arah Ibnu Auf. Ketika sebagian sahabat mendu-kungnya berkenaan dengan hal itu, maka ia berkata, "Demi Allah, mata anak panah diambil lalu diletakkan di kerongkonganku, kemudian diteruskan ke sisi lainnya, lebih aku sukai daripada menjadi khalifah."

Setelah itu, ia memberitahukan kepada kelima saudaranya bahwa dirinya mundur dari pencalonan. Tetapi mereka ber-pendapat agar dialah yang menjadi hakim dalam memilih khalifah. Dialah orang yang dinilai oleh Imam Ali bin Abi Thalib RA, "Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW menyifatimu sebagai orang kepercayaan di penduduk langit dan orang keper-cayaan di penduduk bumi."

Di sinilah terjadi pemilihan yang benar. Ia memilih Dzun Nurain, seorang yang dermawan dan pemalu, penggali sumur untuk kaum muslimin, orang yang menyiapkan pasukan penak-lukan Makkah, Imam Syahid Utsman bin Affan RA. Akhirnya, yang lainnya mengikuti pilihannya.

Pada tahun 32 H., Ibnu Auf menghembuskan nafas terakhirnya. Ummul mukminin Aisyah RHA ingin memberikan penghar-gaan khusus kepadanya yang tidak pernah diberikannya kepada selainnya. Aisyah menawarkan kepadanya, pada saat Ibnu Auf berbaring di atas ranjang kematiannya, untuk dikuburkan di kamarnya di sisi Rasul SAW, Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin al-Khaththab RA. Tetapi ia seorang muslim yang terdidik dengan sangat baik oleh keislamannya, sehingga ia merasa malu mengangkat dirinya kepada derajat seperti ini. Apalagi ia punya perjanjian yang sangat kuat bersama Utsman bin Mazh'un RA, ketika keduanya mengadakan perjanjian pada suatu hari, bahwa siapa di antara keduanya yang mati belakangan, maka ia diku-burkan di dekat sahabatnya.

Ketika ruhnya siap untuk melakukan perjalanan baru, maka kedua matanya mengalirkan air mata, dan lisannya berucap, "Sesungguhnya aku takut tertahan untuk berjumpa sahabat-sahabatku karena banyaknya harta yang aku miliki."

Tetapi Allah SWT menurunkan ketentramanNya, dan wajahnya berbinar-binar dengan cahaya. Seolah-olah ia mendengar sesuatu yang menyejukkan yang dekat dengannya. Sepertinya ia mendengar suara sabda Rasul SAW di masa lalu, "Abdurrahman bin Auf masuk surga."

Sepertinya ia mendengar janji Allah dalam Kitab SuciNya, "Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemu-dian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Rabb mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (Al-Baqarah: 262).