Kamis, 02 April 2009

BERSYUKURLAH...HATIMU DISAPA ALLAH....

Kadang kita sering mengeluh dengan keadaan kita, dengan sedikit ujian ini. padahal belum datang ujian sepeti pendahulu kita. lalu patutkah hati ini mengatakan "Aku beriman padaMu ya Allah...."?


Di tengah carut marut kehidupan, ada nikmat yang tak tertandingi dalam kenestapaan.

di tengah hingar bingar dunia, ada kedamaian dalam sepi yang melanda

dan ditengah dengkur yang nyata, ada air mata yang membersihkan dosa.


Maka bersyukurlah ketika Allah menyapa hati kita dengan ujiannya.



Ada seorang hamba Allah, beliau rajin sholat tiap malam dan bermunajat,

berkhalwat dengan Al-Kholiq. Setiap malam dari ke2 matanya yang

memerah, mengalir air yang membasahi janggutnya, beliau berbisik-bisik

lirih memohon beberapa permntaan dan pengharapan. Dari waktu

ke waktu,tahun ke tahun,hingga putih rambutnya, tak kunjung

jua segera diangkat kemiskinan yg menjadiselimut kehidupannya selama ini,

keluarganya sering sakit-sakitan, setiap hari ia keluar untuk

berusaha mmproleh rizki Allah, tapi tidak tampaklah dilapangkan rizki itu untuknya.

Padahal dahulu, KETIKA IA MASIH BEKERJA MENJADI PETUGAS BEA CUKAI, UANG DAN KESENANGAN ADALAH KAWAN AKRAB.

Hingga suatu saat, ia mendengarkan ceramah yang menjelaskan bahwa penyelewengan yg sering ia lakukan selama ini adalah haram dan tidak membawa keberkahan,kelak penyelewengan ini akan brhadapan dengan hukum Allah yang tak bisa dibantah lagi di akhirat.

Bergetar hatinya, masuk hidayah Allah atasnya.

Sejak itu, ia tak pernah lagi melakukan hal tersebut, semkin rajin ia melakukan sholatul lail, mengadukan nasibnya hanya pada Allah, agar diberi harta

yang halal dan rizki yang lapang dalam menghidupi keluarganya.

Namun, berangsur-angsur seakan terkena kualat

(karena meninggalkan perbuatan haram itu) PENGHASILANNYA SEMAKIN

MENURUN, BELIAU SEKELUARGA SERING SAKIT DAN MENJADIKAN

BADANNYA YANG SEHAT MENJADI KURUS,

ANAK SATU-SATUNYA MENINGGAL SETELAH MENJALANI PERAWATAN SELAMA BEBERAPA MINGGU

DI RUMAH SAKIT.

Sampai saat itu, ia masih sabar, tak pernah terucap dari mulutnya

kata-kata keluhan dan makian atas apa yang menimpa

hidupnya, malahan menjadikannya semakin sering

dan khusyu mendekatkan diri kepada Allah.

Dan malang tak kunjung padam terhadapnya,

korupsi yang ia lakukan bertahun silam terungkap. Ia

dan beberapa rekannya dipecat dengan tidak hormat.

Subhanallah, semakin berat rasanya hidup ini baginya.

Tambah satu kalimat panjang di malam harinya ia mengadu kehadapan Rabbnya, menangis dan perih rasa batinnya. Setiap dalam sedihnya ia berdoa,

selalu ada bisikan lirih dalam hartinya, “Apa yang engkau

harapkan itu dekat sekali bila engkau bertaqwa”

Setiap mendengar bisikan itu, timbul semangatnya.

Kini setelah ia dipecat, ia berdagang. Baginya dagang yang tidak pernah untung,

Hutang yang semakin menumpuk,

Musibah yang datang seakan tak berujung…….ahhh!!!

Setelah puluhan tahun kedepan setelah ia dekat dengan Allah setiap malamnya,

tidak juga berubah hidupnya. Sejak puluhan tahun ia mendengar bisikan di atas

tidak juga nampak yang dijanjikanNya. Mulailah timbul pemikiran yang tidak baik dari syaiton.

hingga beliau berkesimpulan tampaknya Allah tidak ridho

terhadap doanya selama ini. Maka pada malam

harinya, ia berdoa kepada Allah

“WAHAI ALLAH YANG MENCIPTAKAN MALAM DAN SIANG,

YANG DENGAN MUDAH MENCIPTAKAN DIRIMU YANG SEMPURNA INI,

KARENA ENGKAU TIDAK MENGABULKAN

PERMINTAANKU, MULAI BESOK AKU TIDAK AKAN

MEMINTA DAN SHOLAT LAGI KEPADAMU. AKU AKAN LEBIH

RAJIN BERUSAHA AGAR TIDAKLAH SELALU BERALASAN

BAHWA SEMUA TERGANTUNG DIRIMU.

MAAFKAN AKU SELAMA INI, AMPUNI

AKU YANG MENGANGGAP BAHWA DIRIKU

SUDAH DEKAT DENGANMU!”

Beliau tutup doa dengan perasaan berat dari awal ia berniat seperti itu.

(‘mengkhatamkan’ ibadah sholat lailnya)

Beliau dengan pemikiran menerawang tidak

mengetahui kapan ia tertidur. Dalam tidurnya, ia bermimpi,

mimpi yang membuatnya semakin merasa bersalah.

Seakan ia melihat suatu padang luas bermandikan cahaya yang menakjubkan.

Jutaan makhluk cahaya duduk di atas betisnya sendiri

dengan kepala tertunduk takut. Ketika beliau mencoba mengangkat

wajahnya untuk melihat kepada siapa mereka bersimpuh,

Tidak mampu…!!kepalanya dan matanya tidak mampu

memandang dengan menengadah.

Beliau hanya bisa melihat para makhluk yang duduk di hadapan

Sesuatu Yang Dasyat. Terdengar olehnya suara pertanyaan

“BAGAIMANA HAMBAKU SI FULAN,WAHAI MALAIKATKU?”

Nama yang tidak dikenalnya. Seorang berdiri dengan tubuh gemetar

Karena takut dan bersuara lirih, “Subhanaka yaa Malikul Quddus,

Engkau lebih tahu keadaan hambaMu itu. Dia

mengatakan demikian “Wahai Allah yang menciptakan

malam dan siang, yang dengan mudah menciptakan dirimu

Yang sempurna ini, karena Engkau tidak mengabulkan permintaanku hingga saat ini, mulai besok aku tidak akan meminta dan sholat lagi kepadaMu.

Aku akan lebih rajin berusaha agar tidaklah terus beralasan

bahwa semua tergantung dariMu.

Ma’afkan aku selama ini, ampuni aku

yang menganggap bahwa diriku sudah dekat denganMu!”

Ampuni dia ya Aziiz..Ya Ghofuurur Rohim..!!!”

Tersentak beliau, itu..kata-kataku semalam_..celaka, pikirnya.

Kemudian terdengar suara lagi: “Sayang sekali, padahal aku sangat menyukainya,

sangat mencintainya.Dan aku paling suka melihat wajahnya yang

terpendam menangis, bersimpuh dengan menengadahkan tangannya

yang gemetar padaKu, dengan bisikan-bisikan permohonannya

kepadaKu, dengan permintaan-permintaannya kepadaKu,

sehingga tak ingin cepat-cepat ku kabulkan apa yang hendak aku berikan kepadanya

agar lebih lama dan sering Aku memandang wajahnya,

Aku percepat cintaKu padanya dengan Aku bersihkan ia dari daging-daging haram dalam badannya dengan sakit yang ringan. Aku sangat menyukai keikhlasan hatinya disaat aku ambil putranya. Di saat Ku beri dia cobaan

tak pernah sekalipun kudengar keluhan kesal.

dan menyesal dari mulutnya. Aku rindu kepadanya,

rindu isak tangisnya… , rindukah ia padaKu , hai malaikat-malaikatKu?

Suasana hening. Tak ada jawaban. Menyesallah beliau atas pernyataannya semalam.

Ingin ia berteriak untuk menjawab untuk menjawab dan minta ampun,

tapi suaranya tak terdengar, bising dalam hati karenanya.

“Ini aku Ya Rabb…ini aku. Ampuni aku Yaa Rabbi, maafkan kata-kataku!”

Semakin takut rasanya ketika mereka tampak tak mendengar, mengalirlah air matanya. terasa hangat dipipi. Astaghfirullah..!! terbangun ia, mimpi…Segeralah ia berwudhu, dan kembali bersujud dengan bertambah khusyu’.

kembali ia sholat lebih panjang dari biasanya. kembali ia bermunajat dan berbisik-bisik dengan

Al-Khaliq dan berjanji tidak akan lagi ia mengulangi sikapnya seperti malam tadi

selama-lamanya.. “…Yaa..Allah, Yaa Rabbi jangan Engkau

ungkit-ungkit kebodohanku yang lalu, ini aku, hambaMu yang tidak

pintar berkata manis, datang dengan berlumur dosa

dan segunung masalah dan harapan.

apapun dariMu.., asal Engkau tidak membenciku,

aku rela..Yaa Allah, aku rindu padaMu…”.



Subhanallah....Ketika Allah menginginkan kebaikan atas diri hambaNya, maka Ia akan mempercepat azabnya di dunia, sebab Ia ingin meringankan siksanya di akherat kelak.

siksa dunia adalah kenikmatan bagi para hamba yang dijanjikan surga. perlulah hati kita mengingat, tak ada kenikmatan yang lebih indah dari pada iman dan islam. "Maka Nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS.55:13)



Bersyukurlah Allah menyentuh lubuk hatimu, tuk merasakan semua beban ujian. karena Allah tak inginkan kulit telapak kaki kita terkena lidah api neraka yang akan melelehkan otak kita dan menghancurkan semua tubuh ini. (itulah seringan-ringannya siksa)



Dalam nestapamu mintalah :
Allah...perintahkan pada segumpal darah ini untuk tetap ikhlas
perintahkan kedua mata ini untuk tidak melihat selain apa yang patut di lihat
perintahkan pada tubuh ini untuk menolak segala barang haram yang masuk
perintahkan pada nalar ini untuk sejalan dengan TitahMu
perintahkan pada kaki ini untuk melangkah pada tempat yang Kau ridhoi
perintahkan paa tangan ini untuk tidak mendekati apa yang bukan hakku
perintahkan pada kedua alis ini untuk tak lagi berkerut
perintahkan pada bibir ini untuk bisa menyiratkan senyum terindahku
sebab hanya Engkaulah sebaik baiknya pengatur
dan Engkaulah yang maha Tahu


So..IT'S TIME TO SMILE...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar