Hari ini, 7 bulan lebih terlewati dari “saat itu” . Masih sedikit kurasa getar sunyi yang mengobrak-abrik ruangan kecil hatiku.
Setelah semua kata2ku yang membuat niat ini terkaburkan….tiba2 sebuah cerita kembali mencuat “Mencintai Istri tanpa Syarat” sebuah kisah yang menohokku habis2an.
Tapi….semalam tiba2 aku membuka horizon yang sempat kau tutupi…. Apakah aku menemukan jawaban????
Aku sakit…………
Terkapar tanpa daya, lemah di mata mereka.
Tapi aku melarikan dari dari setiap macam tatapan.
Dan akhirnya,
Yang kudapat hanya sepi belaka.
“I’M FINE…………………”
Tapi lidahku tercekat, di antara mata2 yang menatapku di balik kamar….
Aku benci jadi lemah…………..
Aku benci terlihat oleh mereka…………
Aku benci dengan aku yang sekarang…..
Dan ………..
Sebuah memori melintas dalam benakku
Memancing sisa air mata
--- aku terkapar…. Terseok berjalan di antara gang….. ---
--- ia datang dengan segala keegoisannya…. ---
--- menyeretku ke rumah sakit, tanpa siapapun…. ---
--- rahasiaku dibawa olehnya, sakitku dijaga dari kata ---
--- tak seorangpun menatapku dengan tatapan kasihan ---
--- karena semua hanya antara kami---
Apakah itu yang membuatku kuat????
--- keputusasaan pecah…menyeretku dalam pertengkaran---
---dalam patahnya harapan, aku dituntut tuk selalu ada---
---sebuah perjanjian yang kuikrar……---
--- bahwa aku akan selalu menjaganya---
--- dihadapan mata nya ataupun tidak---
Itukah yang membuatku bertahan????
Dan kini………….
Kenapa denganmu aku merasa lemah????
Apakah aku menyalahkan kehadiranmu???
Jika seseorang selalu berdoa untuk agar keinginanya dikabulkan
Lalu dia mendapatkan keinginannya…
Tapi…
Tiba2 ia merasa tak layak mendapatkannya….
Apakah itu artinya ia tak bersyukur????
Ataukah hadiah itu bukanlah yang terbaik baginya????
Bantu aku menjadi diriku yang dulu………………..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar