Kepada, sebuah keterasingan…
Saat ini aku memang terasing, tak hanya di mata mereka
Namun juga di matamu…
Keterasingan yang tak sempat ku jatahkan dalam sisa waktu perjalanan
Yang tak pernah ku imajinasikan dalam mimpi malam.
Sebuah bentuk pemecatan atas eksistensiku dalam slide hidupmu,
Yang sempat kurenda dengan angan dan harapan.
Tapi kini yang ada hanya keterasingan dari jiwaku yang lara
Dalam duka, kau papah langkah menuju nuraniku yang iba
Dalam resah, kau ayun kaki susuri rimba kebimbangan.dan ku sambut
Walau dengan kecemasan – apakah ini dibenarkan?
Kau ku turut meski lara menusuk, hingga tanyapun tiba – apakah ini sebuah pengorbanan – atau refleksi dari kebodohan?
Dan kini…, kembali kudapati…hanyalah keterasingan diri
Ku coba lupakan semua, tapi tak urung hati menuntut jua
“ jika dulu aku ada, kenapa sekarang kau tak tiba?”
telah ku gemborkan bahwa semua terbungkus ikhlas jiwa,
tapi tak ayal, hatipun bertanya, inikah dirimu yang sebenarnya?
Lagi…dan lagi
Kudapati diri kian terasing,
Tak hanya di mata mereka , kinipun di mata dunia
Lalu haruskah aku kembali terbuang?
Mlg, 04042008
To. Someone who used to accompany me in the storm, and fly away by the wind. Lost by the time but still, disturbing me in her troubles. Is it forfeiture or just a stupidity?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar