Rabu, 08 April 2009
Ancaman Bencana Akibat Badai Matahari pada 2012
Ilmuwan Amerika baru-baru ini memperingatkan bahwa pada tahun 2012 bumi akan mengalami badai matahari dahsyat (Solar Blast), daya rusakanya akan jauh lebih besar dari badai angin "Katrina", dan hampir semua manusia di bumi tidak akan dapat melepaskan diri dari dampak bencananya.
Badai Matahari Kuat pada 2012 akan Menyerang
Pada 22 September 2012 tengah malam, langit New York, Manhattan Amerika Serikat akan tertutupi oleh seberkas layar cahaya yang warna-warni. Di wilayah selatan New York ini, sangat sedikit orang yang dapat melihat fenomena aurora ini.
Namun, perasaan menikmati indahnya pemandangan alam ini tidak akan berlangsung lama. Setelah beberapa detik, semua bola lampu listrik di wilayah tersebut mulai gelap dan berkedip tak menentu, kemudian sinar cahayanya dalam seketika tiba-tiba bertambah terang, dan cahaya bola lampu menjadi luar biasa terang.
Selanjutnya, semua lampu mati. 90 detik kemudian, seluruh bagian Timur Amerika Serikat akan mengalami pemadaman listrik. Setahun kemudian, jutaan orang Amerika mulai mati, infrastruktur negara akan menjadi timbunan puing. Bank Dunia akan mengumumkan Amerika berubah menjadi negara berkembang.
Pada saat yang sama, Eropa, China dan Jepang dan daerah lain atau negara juga akan sama seperti Amerika Serikat, berjuang dalam bencana sekali ini. bencana ini datang dari badai matahari atau solar storm yang dahsyat, terjadi pada permukaan matahari yang berjarak 150 juta km dari bumi.
Alat Deteksi Amerika Berhasil Mengambil Foto Badai Matahari
Mungkin cerita di atas kedengarannya mustahil, dalam keadaan normal matahari tidak akan bisa menyebabkan bencana besar seperti itu pada bumi. Namun, laporan khusus yang dikeluarkan oleh National Academy of Sciences, Amerika Serikat pada bulan Januari 2009 menyatakan bahwa bencana seperti ini sangat mungkin bisa terjadi. Studi tersebut disponsori oleh NASA.
Dalam beberapa dekade, dalam perkembangan masyarakat manusia, peradaban Barat telah menanamkan bibit-bibit untuk kehancuran mereka sendiri. Cara hidup modern secara berlebihan yang sangat tergantung pada ilmu pengetahuan dan teknologi, secara tidak sengaja membuat kita lebih banyak terperangkap dalam suatu kondisi yang super berbahaya.
Plasma balls yang dipancarkan dalam letusan permukaan matahari mungkin bisa menghancurkan jaringan listrik kita, sehingga mengakibatkan bencana dahsyat. Daniel Becker dari University of Colorado seorang ahli cuaca angkasa adalah pencetus laporan khusus dari Academy of Sciences Amerika Serikat, "Sekarang ini kita semakin dekat dengan kemungkinan bencana ini. Jika manusia tidak dapat mempersiapkan diri deng-an matang terhadap bencana badai matahari yang akan menimpa ini. Badai matahari ini mungkin akan memutuskan pasokan listrik umat manusia, sinyal ponsel, bahkan termasuk sistem pasokan air."
Namun demikian, ada beberapa ahli yang menyatakan pandangan yang berbeda, mereka mempertimbangkan dampak badai matahari terutama terkonsentrasi di luar ruang angkasa, dan karena efek rintangan medan magnetik bumi dan atmosfir, pengaruh gangguannya tidak akan terlalu nyata terhadap kehidupan di bumi.
Para ahli mengatakan, ketika aktivitas badai matahari aktif, akan terus menerus terjadi pembakaran dan peledakan pada sunspot, pada saat sejumlah besar sinar ultraviolet dilepaskan akan menyebabkan densitas lapisan ionosfir di atas angkasa bumi meningkat mendadak, menyerap habis energi gelombang pendek, sehingga gelombang pendek sinyal radio terganggu. Tetapi ponsel yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk transmisi sinyal radio tidak melalui lapisan ionosfir, sehingga pada umumnya dampak badai matahari terhadap komunikasi di permukaan bumi tidak akan signifikan.
Secara teoritis, pada umumnya intensitas badai matahari tidak akan bisa menerobos perlindungan atmosfer dan medan magnetik bumi, hingga secara fatal mengancam spesies yang berada di bumi. Tetapi untuk badai matahari tahun 2012 para ahli khawatir mungkin menjadi pengecualian.
Mungkin Membawa Dampak Bencana Besar pada Bumi
Ilmuwan Amerika Serikat memperingatkan bahwa, pada 2012 badai matahari yang kuat di bumi akan membawa malapetaka besar pada manusia, yang akan mempengaruhi setiap aspek pada masyarakat modern sekarang. Para ahli yang mengeluarkan peringatan meng-atakan, dampak badai matahari pada bumi kemungkinan adalah "efek domino".
Coba pikirkan, bila jaringan listrik menjadi rapuh dan tidak stabil, hal-hal yang berhubungan dengan bisnis pasokan listrik juga akan menjadi korban: peralatan refrigeration berhenti, makanan dan obat-obatan yang tersimpan dalam ruang berpendingin dalam jumlah besar akan kehi-langan kondisi penyimpanan dan rusak; pompa tiba-tiba berhenti berfungsi, air minum pada masyarakat akan menjadi masalah. Selain itu, karena gangguan pada sinyal satelit, sistem posisi GPS akan menjadi sampah.
Sebenarnya pada awal 1859 pernah terjadi kasus serupa, peledakan badai matahari saat itu bahkan me-ngakibatkan jaringan telegram terbakar rusak. Tentu saja sekarang ini di bumi sudah dipenuhi oleh fasilitas kabel dan nirkabel, tetapi fasilitas ini sulit menahan ujian badai matahari.
ketika badai matahari kuat menyerang, umat manusia di bumi akan menghadapi dua masalah besar. Pertama, adalah tentang masalah jaringan listrik modern sekarang. Jaringan listrik modern sekarang pada umumnya menggunakan tegangan tinggi untuk mencakup daerah lebih luas, ini akan memungkinkan operasi jaringan listrik lebih efisien, Anda bisa mengurangi kerugian selama transmisi listrik, juga kerugian listrik karena produksi yang berlebihan.
Namun, secara bersama ia juga menjadi lebih rentan terhadap serangan cuaca ruang angkasa. transmisi jaringan akan menjadi sangat rentan dan tidak stabil, atau bahkan mungkin menyebabkan terhenti secara total. dan ini hanya merupakan efek domino yang pertama, selanjutnya mungkin juga akan menyebabkan "lalu lintas lumpuh, komunikasi terputus, industri keuangan runtuh dan fasilitas umum kacau; pompa berhenti menyebabkan pasokan air minum terputus, kurangnya fasilitas pendingin, makanan dan obat-obatan sulit disimpan secara efektif.
Para ilmuwan telah memperkirakan bila ada intensitas badai matahari kuat mungkin dapat menyebabkan kerugian sosial dan ekonomi manusia, hanya pada tahun pertama saja kerugiannya mencapai 1-2 triliun dollar AS, sementara pemulihan dan rekonstruksinya diperlukan setidaknya 4-10 tahun
Isu yang kedua adalah tentang masalah sistem jaringan listrik yang saling ketergantungan yang dukungan kehidupan modern kita, seperti masalah air dan penanganan limbah, masalah infrastruktur logistik supermarket, masalah pengendalian gardu listrik, pasar keuangan dan lainnya yang tergantung pada listrik. Jika dua masalah digabung jadi satu, kita dapat dengan jelas melihat bahwa peristiwa kemungkinan muncul kembalinya badai matahari Carrington sangat mungkin akan menyebabkan bencana besar yang langka.
Adviser laporan khusus dari National Academy of Sciences Amerika Serikat dan analis daya listrik industri John Kappenman menganggap "Bencana seperti ini dibandingkan dengan bencana yang biasa kita bayangkan secara total berlawanan. biasanya wilayah kurang berkembang rawan serangan bencana, namun dalam bencana ini, wilayah yang semakin berkembang lebih rentan terhadap serangan bencana."
Manusia Belum Mempersiapkan Diri
Menghadapi kemungkinan bencana serius yang akan me-nimpa, Amerika Serikat dan seluruh umat manusia tidak segera merespon untuk mempersiapkan pekerjaan secara baik dalam menghadapi putaran badai matahari berikutnya. Becker me-ngatakan bahwa karena kemungkinan terjadinya skala besar badai matahari sangat kecil, "Seluruh masyarakat bahkan tidak menanggapinya, namun hanya memperhatikan masalah di hadapan mata".
Terhadap cuaca di bumi, para ahli cuaca dapat melacak badai yang akan menimpa selama beberapa hari ke depan, dan mengeluarkan peringatan yang sesuai kepada penduduk setempat, namun badai matahari atau cuaca ruang angkasa benar-benar berbeda. Backer mengatakan bahwa sekarang ini kita masih tidak dapat memprediksi secara akurat waktu dan kekuatan badai matahari, yang dapat diprediksi oleh saya dan rekan saya hanya jika sebuah badai matahari besar menyerang, kami secara mutlak tidak mampu menanganinya. "
Ini mirip dengan peringatan dini bencana angin topan dan manusia di bumi, dewasa ini umat manusia terutama tergantung pada prediksi dari siklus sunspot untuk memantau intensitas badai matahari serta dampaknya pada bumi. Yang dimaksud dengan sunspot adalah proses peningkatan dan pengurangan yang berarti dalam jumlah sunspot setiap 11 tahun. Siklus dihitung mulai dari aktivitas terendah sunspot pada matahari. Dalam masa aktif sunspot akan meningkat, badai matahari yang terjadi akan lebih banyak.
Ketika badai matahari terjadi, partikel kecepatan tinggi serta aliran ion yang terbentuk oleh partikel bermuatan listrik yang dipancarkan secara besar-besaran oleh matahari akan berpengaruh terhadap lapisan medan magnit bumi, ionosfir serta kondisi atmosfir netral. Dalam masalah dampak bahaya badai matahari, lebih dari satu abad, orang-orang terus memantau kegiatan sunspot.
Berdasarkan fenomena yang terjadi di atas permukaan matahari serta data bintik matahari siklus yang terjadi sebelumnya, para ilmuwan dari National Center for Atmospheric Research, NCAR, Amerika Serikat, berhasil mengembangkan sebuah model baru ilmu dinamika solar. Dengan model baru, para astronom dapat memberikan peringatan secara dini dari aktivitas sunspot matahari. Mereka berharap bahwa peringatan dini dapat membantu perusahaan-perusaha an listrik, para pengendali satelit dan aspek lainnya dalam beberapa hari atau bahkan tahun-tahun sebelumnya agar bisa bersiap-siap menghadapai kegiatan sunspot matahari.
Menurut informasi, ketepatan model baru ini dapat mencapai akurasi 98%. Richard Enke dari National Science Foundation, Departemen Atmospheric Research Amerika Serikat mengatakan bahwa jika dapat secara dini memprediksi aktivitas badai matahari, orang-orang akan dapat dengan baik menanggulangi gangguan seperti komunikasi, kegagalan satelit, pemadaman listrik, serta ancaman terhadap astronot dan hal-hal lain.(Erabaru. or.id/lim)
Kamis, 02 April 2009
BERSYUKURLAH...HATIMU DISAPA ALLAH....
Kadang kita sering mengeluh dengan keadaan kita, dengan sedikit ujian ini. padahal belum datang ujian sepeti pendahulu kita. lalu patutkah hati ini mengatakan "Aku beriman padaMu ya Allah...."?
Di tengah carut marut kehidupan, ada nikmat yang tak tertandingi dalam kenestapaan.
di tengah hingar bingar dunia, ada kedamaian dalam sepi yang melanda
dan ditengah dengkur yang nyata, ada air mata yang membersihkan dosa.
Maka bersyukurlah ketika Allah menyapa hati kita dengan ujiannya.
Ada seorang hamba Allah, beliau rajin sholat tiap malam dan bermunajat,
berkhalwat dengan Al-Kholiq. Setiap malam dari ke2 matanya yang
memerah, mengalir air yang membasahi janggutnya, beliau berbisik-bisik
lirih memohon beberapa permntaan dan pengharapan. Dari waktu
ke waktu,tahun ke tahun,hingga putih rambutnya, tak kunjung
jua segera diangkat kemiskinan yg menjadiselimut kehidupannya selama ini,
keluarganya sering sakit-sakitan, setiap hari ia keluar untuk
berusaha mmproleh rizki Allah, tapi tidak tampaklah dilapangkan rizki itu untuknya.
Padahal dahulu, KETIKA IA MASIH BEKERJA MENJADI PETUGAS BEA CUKAI, UANG DAN KESENANGAN ADALAH KAWAN AKRAB.
Hingga suatu saat, ia mendengarkan ceramah yang menjelaskan bahwa penyelewengan yg sering ia lakukan selama ini adalah haram dan tidak membawa keberkahan,kelak penyelewengan ini akan brhadapan dengan hukum Allah yang tak bisa dibantah lagi di akhirat.
Bergetar hatinya, masuk hidayah Allah atasnya.
Sejak itu, ia tak pernah lagi melakukan hal tersebut, semkin rajin ia melakukan sholatul lail, mengadukan nasibnya hanya pada Allah, agar diberi harta
yang halal dan rizki yang lapang dalam menghidupi keluarganya.
Namun, berangsur-angsur seakan terkena kualat
(karena meninggalkan perbuatan haram itu) PENGHASILANNYA SEMAKIN
MENURUN, BELIAU SEKELUARGA SERING SAKIT DAN MENJADIKAN
BADANNYA YANG SEHAT MENJADI KURUS,
ANAK SATU-SATUNYA MENINGGAL SETELAH MENJALANI PERAWATAN SELAMA BEBERAPA MINGGU
DI RUMAH SAKIT.
Sampai saat itu, ia masih sabar, tak pernah terucap dari mulutnya
kata-kata keluhan dan makian atas apa yang menimpa
hidupnya, malahan menjadikannya semakin sering
dan khusyu mendekatkan diri kepada Allah.
Dan malang tak kunjung padam terhadapnya,
korupsi yang ia lakukan bertahun silam terungkap. Ia
dan beberapa rekannya dipecat dengan tidak hormat.
Subhanallah, semakin berat rasanya hidup ini baginya.
Tambah satu kalimat panjang di malam harinya ia mengadu kehadapan Rabbnya, menangis dan perih rasa batinnya. Setiap dalam sedihnya ia berdoa,
selalu ada bisikan lirih dalam hartinya, “Apa yang engkau
harapkan itu dekat sekali bila engkau bertaqwa”
Setiap mendengar bisikan itu, timbul semangatnya.
Kini setelah ia dipecat, ia berdagang. Baginya dagang yang tidak pernah untung,
Hutang yang semakin menumpuk,
Musibah yang datang seakan tak berujung…….ahhh!!!
Setelah puluhan tahun kedepan setelah ia dekat dengan Allah setiap malamnya,
tidak juga berubah hidupnya. Sejak puluhan tahun ia mendengar bisikan di atas
tidak juga nampak yang dijanjikanNya. Mulailah timbul pemikiran yang tidak baik dari syaiton.
hingga beliau berkesimpulan tampaknya Allah tidak ridho
terhadap doanya selama ini. Maka pada malam
harinya, ia berdoa kepada Allah
“WAHAI ALLAH YANG MENCIPTAKAN MALAM DAN SIANG,
YANG DENGAN MUDAH MENCIPTAKAN DIRIMU YANG SEMPURNA INI,
KARENA ENGKAU TIDAK MENGABULKAN
PERMINTAANKU, MULAI BESOK AKU TIDAK AKAN
MEMINTA DAN SHOLAT LAGI KEPADAMU. AKU AKAN LEBIH
RAJIN BERUSAHA AGAR TIDAKLAH SELALU BERALASAN
BAHWA SEMUA TERGANTUNG DIRIMU.
MAAFKAN AKU SELAMA INI, AMPUNI
AKU YANG MENGANGGAP BAHWA DIRIKU
SUDAH DEKAT DENGANMU!”
Beliau tutup doa dengan perasaan berat dari awal ia berniat seperti itu.
(‘mengkhatamkan’ ibadah sholat lailnya)
Beliau dengan pemikiran menerawang tidak
mengetahui kapan ia tertidur. Dalam tidurnya, ia bermimpi,
mimpi yang membuatnya semakin merasa bersalah.
Seakan ia melihat suatu padang luas bermandikan cahaya yang menakjubkan.
Jutaan makhluk cahaya duduk di atas betisnya sendiri
dengan kepala tertunduk takut. Ketika beliau mencoba mengangkat
wajahnya untuk melihat kepada siapa mereka bersimpuh,
Tidak mampu…!!kepalanya dan matanya tidak mampu
memandang dengan menengadah.
Beliau hanya bisa melihat para makhluk yang duduk di hadapan
Sesuatu Yang Dasyat. Terdengar olehnya suara pertanyaan
“BAGAIMANA HAMBAKU SI FULAN,WAHAI MALAIKATKU?”
Nama yang tidak dikenalnya. Seorang berdiri dengan tubuh gemetar
Karena takut dan bersuara lirih, “Subhanaka yaa Malikul Quddus,
Engkau lebih tahu keadaan hambaMu itu. Dia
mengatakan demikian “Wahai Allah yang menciptakan
malam dan siang, yang dengan mudah menciptakan dirimu
Yang sempurna ini, karena Engkau tidak mengabulkan permintaanku hingga saat ini, mulai besok aku tidak akan meminta dan sholat lagi kepadaMu.
Aku akan lebih rajin berusaha agar tidaklah terus beralasan
bahwa semua tergantung dariMu.
Ma’afkan aku selama ini, ampuni aku
yang menganggap bahwa diriku sudah dekat denganMu!”
Ampuni dia ya Aziiz..Ya Ghofuurur Rohim..!!!”
Tersentak beliau, itu..kata-kataku semalam_..celaka, pikirnya.
Kemudian terdengar suara lagi: “Sayang sekali, padahal aku sangat menyukainya,
sangat mencintainya.Dan aku paling suka melihat wajahnya yang
terpendam menangis, bersimpuh dengan menengadahkan tangannya
yang gemetar padaKu, dengan bisikan-bisikan permohonannya
kepadaKu, dengan permintaan-permintaannya kepadaKu,
sehingga tak ingin cepat-cepat ku kabulkan apa yang hendak aku berikan kepadanya
agar lebih lama dan sering Aku memandang wajahnya,
Aku percepat cintaKu padanya dengan Aku bersihkan ia dari daging-daging haram dalam badannya dengan sakit yang ringan. Aku sangat menyukai keikhlasan hatinya disaat aku ambil putranya. Di saat Ku beri dia cobaan
tak pernah sekalipun kudengar keluhan kesal.
dan menyesal dari mulutnya. Aku rindu kepadanya,
rindu isak tangisnya… , rindukah ia padaKu , hai malaikat-malaikatKu?
Suasana hening. Tak ada jawaban. Menyesallah beliau atas pernyataannya semalam.
Ingin ia berteriak untuk menjawab untuk menjawab dan minta ampun,
tapi suaranya tak terdengar, bising dalam hati karenanya.
“Ini aku Ya Rabb…ini aku. Ampuni aku Yaa Rabbi, maafkan kata-kataku!”
Semakin takut rasanya ketika mereka tampak tak mendengar, mengalirlah air matanya. terasa hangat dipipi. Astaghfirullah..!! terbangun ia, mimpi…Segeralah ia berwudhu, dan kembali bersujud dengan bertambah khusyu’.
kembali ia sholat lebih panjang dari biasanya. kembali ia bermunajat dan berbisik-bisik dengan
Al-Khaliq dan berjanji tidak akan lagi ia mengulangi sikapnya seperti malam tadi
selama-lamanya.. “…Yaa..Allah, Yaa Rabbi jangan Engkau
ungkit-ungkit kebodohanku yang lalu, ini aku, hambaMu yang tidak
pintar berkata manis, datang dengan berlumur dosa
dan segunung masalah dan harapan.
apapun dariMu.., asal Engkau tidak membenciku,
aku rela..Yaa Allah, aku rindu padaMu…”.
Subhanallah....Ketika Allah menginginkan kebaikan atas diri hambaNya, maka Ia akan mempercepat azabnya di dunia, sebab Ia ingin meringankan siksanya di akherat kelak.
siksa dunia adalah kenikmatan bagi para hamba yang dijanjikan surga. perlulah hati kita mengingat, tak ada kenikmatan yang lebih indah dari pada iman dan islam. "Maka Nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS.55:13)
Bersyukurlah Allah menyentuh lubuk hatimu, tuk merasakan semua beban ujian. karena Allah tak inginkan kulit telapak kaki kita terkena lidah api neraka yang akan melelehkan otak kita dan menghancurkan semua tubuh ini. (itulah seringan-ringannya siksa)
Allah...perintahkan pada segumpal darah ini untuk tetap ikhlas
perintahkan kedua mata ini untuk tidak melihat selain apa yang patut di lihat
perintahkan pada tubuh ini untuk menolak segala barang haram yang masuk
perintahkan pada nalar ini untuk sejalan dengan TitahMu
perintahkan pada kaki ini untuk melangkah pada tempat yang Kau ridhoi
perintahkan paa tangan ini untuk tidak mendekati apa yang bukan hakku
perintahkan pada kedua alis ini untuk tak lagi berkerut
perintahkan pada bibir ini untuk bisa menyiratkan senyum terindahku
sebab hanya Engkaulah sebaik baiknya pengatur
dan Engkaulah yang maha Tahu
So..IT'S TIME TO SMILE...
TANGIS ABDURRAHMAN BIN 'AUF
Renungkanlah, wahai orang-orang yang punya akal pikiran; Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak!
Sebagian sahabatnya menyampaikan berita ini kepadanya. Ia teringat bahwa ia pernah mendengar hadits ini dari Nabi SAW lebih dari sekali, dan dengan lafazh yang berbeda-beda. Ia pun melangkahkan kakinya menuju rumah Ummul Mukminin Aisyah RHA dan berkata kepadanya, "Sungguh engkau telah menyebutkan suatu hadits yang tidak akan pernah aku lupa-kan."
Kemudian ia berkata, "Aku bersaksi bahwa kafilah ini berikut muatan dan pelananya, aku infakkan di jalan Allah SWT."
Muatan 700 unta itu pun dibagi-bagikan kepada penduduk Madinah dan sekitarnya dalam "pesta besar". Itulah Abdurrahman bin Auf, seorang pedagang sukses, orang kaya raya, mukmin yang mahir... yang menolak bila kekayaannya itu menjauhkannya dari kafilah iman dan pahala surga. Bagaimana tidak? Sedangkan ia adalah salah seorang dari delapan orang yang telah lebih dahulu masuk Islam, dan termasuk salah seorang yang diberi kabar gembira dengan surga.
Ia adalah salah seorang dari enam anggota musyawarah yang ditunjuk oleh al-Faruq Umar RA untuk memilih khalifah di antara mereka sepeninggalnya seraya berkata, "Rasulullah SAW wafat dalam keadaan ridha kepada mereka."
Ia berhijrah ke Habasyah, kemudian kembali ke Makkah. Kemudian berhijrah ke Habasyah untuk kedua kalinya. Kemudian berhijrah ke Madinah, dan mengikuti perang Badar, Uhud dan semua peperangan.
Ketika Rasulullah SAW mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan Anshar, beliau mempersaudarakan antara Abdurrahman bin Auf dengan Sa'd bin ar-Rabi' RA. Mengenai hal itu, Anas bin Malik RA menuturkan, "Sa'd berkata kepada Abdurrahman, 'Wahai saudaraku, aku adalah penduduk Madinah yang paling banyak hartanya, lihatlah separuh hartaku lalu ambillah. Aku punya dua istri, lihatlah mana di antara keduanya yang paling engkau kagumi, maka aku akan menceraikannya untuk engkau nikahi.' Abdurrahman bin Auf menjawab, 'Semoga Allah memberkahimu berkenaan dengan keluargamu dan hartamu... Tunjukkanlah padaku letak pasar.' Lalu ia pergi ke pasar, lalu membeli dan menjual serta mendapatkan keuntungan."
Perdagangannya sukses lagi diberkahi, dia mencari yang halal dan menjauhi yang haram serta syubhat. Dalam perdagangannya terdapat bagian yang sempurna untuk Allah, yang disampaikan untuk keluarga dan saudara-saudaranya, serta untuk menyiapkan pasukan kaum muslimin.
Ia pernah mendengar Rasulullah a bersabda kepadanya pada suatu hari,
يَا ابْنَ عَوْفٍ، إِنَّكَ مِنَ اْلأَغْنِيَاءِ، وَإِنَّكَ سَتَدْخُلُ الْجَنَّةَ حَبْوًا، فَأَقْرِضِ اللهَ يُطْلِقْ لَكَ قَدَمَيْكَ
"Wahai Ibnu Auf, sesungguhnya kamu termasuk kaum yang kaya raya, dan kamu akan masuk surga dengan merangkak. Oleh karena itu, pinjamkanlah suatu pinjaman kepada Allah sehingga Allah membebaskan kedua telapak kakimu." (HR. al-Hakim, 3/ 311 dan al-Hilyah, 1/ 99)
Sejak saat itu, ia memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik, sehingga Allah melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Suatu hari ia menjual tanah seharga 40.000 dinar, kemudian membagikan semuanya untuk keluarganya yaitu Bani Zahrah, untuk Ummahatul Mukminin, dan kaum fakir dari kalangan kaum muslimin. Suatu hari ia memberikan untuk pasukan kaum muslimin se-banyak 500 kuda. Pada hari yang lain, ia memberikan sebanyak 1500 unta. Ketika meninggal, ia mewasiatkan sebanyak 50.000 dinar di jalan Allah. Ia mewasiatkan untuk masing-masing orang yang masih hidup dari peserta perang Badar mendapat-kan 400 dinar di jalan Allah. Sampai-sampai Imam Syahid Utsman bin Affan RA mengambil bagiannya dari wasiat tersebut seraya berkata, "Harta Abdurrahman adalah halal dan bersih, dan menikmati harta tersebut menjadi kesembuhan dan keberkahan."
Karena itu dia berkata, "Penduduk Madinah semuanya adalah sekutu Ibnu Auf berkenaan dengan hartanya... karena sepertiganya ia pinjamkan kepada mereka, sepertiganya untuk membayarkan hutang mereka, dan sepertiganya lagi ia sampai-kan dan berikan kepada mereka."
Sekarang... mari kita lihat air mata orang shalih ini yang menjadikannya sebagai golongan orang-orang yang shalih, zuhud, dan jauh dari dunia berikut segala isinya.
Suatu hari ia dibawakan makanan untuk berbuka, karena ia berpuasa. Ketika kedua matanya melihat makanan itu dan mengundang seleranya, ia menangis seraya berkata, "Mush'ab bin Umair gugur syahid dan ia lebih baik daripada aku, lalu ia dikafani dengan selimut. Jika kepalanya ditutupi, maka kedua kakinya kelihatan dan jika kedua kakinya ditutupi, maka kepalanya kelihatan. Hamzah gugur sebagai syahid dan ia lebih baik daripada aku. Ia tidak mendapatkan kain untuk mengkafaninya selain selimut. Kemudian dunia dibentangkan kepada kami, dan dunia diberikan kepada kami sedemikian rupa. Aku khawatir bila pahala kami telah disegerakan kepada kami di dunia."
Pada suatu hari sebagian sahabatnya berkumpul untuk me-nyantap makanan di kediamannya. Ketika makanan dihidangkan di hadapan mereka, maka ia menangis. Mereka bertanya, "Apa yang membuatmu menangis, wahai Abu Muhammad?" Ia menjawab, "Rasulullah SAW telah meninggal dalam keadaan beliau berikut ahli baitnya belum pernah kenyang makan roti gandum... Aku tidak melihat kita diakhirkan, karena suatu yang lebih baik bagi kita."
Demikianlah Abdurrahman bin Auf, sampai-sampai dikatakan tentang dia, seandainya orang asing yang tidak mengenalnya melihatnya sedang duduk bersama para pelayannya, maka ia tidak bisa membedakan di antara mereka.
Ketika al-Faruq Umar bin al-Khaththab RA akan melepas nyawanya yang suci, dan memilih enam orang dari sahabat Rasulullah SAW untuk memilih khalifah baru, di antara mereka ialah Abdurrahman bin Auf, maka pada saat itu banyak jari yang menunjuk ke arah Ibnu Auf. Ketika sebagian sahabat mendu-kungnya berkenaan dengan hal itu, maka ia berkata, "Demi Allah, mata anak panah diambil lalu diletakkan di kerongkonganku, kemudian diteruskan ke sisi lainnya, lebih aku sukai daripada menjadi khalifah."
Setelah itu, ia memberitahukan kepada kelima saudaranya bahwa dirinya mundur dari pencalonan. Tetapi mereka ber-pendapat agar dialah yang menjadi hakim dalam memilih khalifah. Dialah orang yang dinilai oleh Imam Ali bin Abi Thalib RA, "Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW menyifatimu sebagai orang kepercayaan di penduduk langit dan orang keper-cayaan di penduduk bumi."
Di sinilah terjadi pemilihan yang benar. Ia memilih Dzun Nurain, seorang yang dermawan dan pemalu, penggali sumur untuk kaum muslimin, orang yang menyiapkan pasukan penak-lukan Makkah, Imam Syahid Utsman bin Affan RA. Akhirnya, yang lainnya mengikuti pilihannya.
Pada tahun 32 H., Ibnu Auf menghembuskan nafas terakhirnya. Ummul mukminin Aisyah RHA ingin memberikan penghar-gaan khusus kepadanya yang tidak pernah diberikannya kepada selainnya. Aisyah menawarkan kepadanya, pada saat Ibnu Auf berbaring di atas ranjang kematiannya, untuk dikuburkan di kamarnya di sisi Rasul SAW, Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin al-Khaththab RA. Tetapi ia seorang muslim yang terdidik dengan sangat baik oleh keislamannya, sehingga ia merasa malu mengangkat dirinya kepada derajat seperti ini. Apalagi ia punya perjanjian yang sangat kuat bersama Utsman bin Mazh'un RA, ketika keduanya mengadakan perjanjian pada suatu hari, bahwa siapa di antara keduanya yang mati belakangan, maka ia diku-burkan di dekat sahabatnya.
Ketika ruhnya siap untuk melakukan perjalanan baru, maka kedua matanya mengalirkan air mata, dan lisannya berucap, "Sesungguhnya aku takut tertahan untuk berjumpa sahabat-sahabatku karena banyaknya harta yang aku miliki."
Tetapi Allah SWT menurunkan ketentramanNya, dan wajahnya berbinar-binar dengan cahaya. Seolah-olah ia mendengar sesuatu yang menyejukkan yang dekat dengannya. Sepertinya ia mendengar suara sabda Rasul SAW di masa lalu, "Abdurrahman bin Auf masuk surga."
Sepertinya ia mendengar janji Allah dalam Kitab SuciNya, "Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemu-dian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Rabb mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (Al-Baqarah: 262).
Selasa, 31 Maret 2009
TUKAR NASIB?????
Tukar Nasib, sebuah acara reality show yang menunjukkan 3 hari perjalanan 2 keluarga yang benar2 berbeda secara ekonomi. antara si miskin dan si kaya... Mungkin secara sekilas bisa dibilang acara itu bagus, tapi coba kita sedikit menengok apa yang terjadi setelah proses pertukaran itu...
si kaya yang sudah terbiasa hidup berkecukupan mungkin akan mendapatkan nilai positif, dia bisa lebih memahami keadaan si miskin dan bisa berubah dermawan, mensyukuri nikmat Allah dsb. kenapa? yup...karena hanya 3 hari. itupun nggak full, dia menjalani hidup sebagai si miskin. setelah itu...semua hanya akan membekas mengajarkan kebijaksanaan dalam hidupnya. itupun kalau si kaya mampu menangkap semua makna dan isyarat kehidupan. tentunya dia akan menjadi orang yang lebih baik..
bagaimana dengan si miskin???
3 hari dia menjalani hidup sebagai orang kaya. kadang dia juga merasa jenuh, karena ternyata kebahagiaan tidak bisa diukur dengan kekayaan materi. namun 3 hari akan membekas meninggalkan kenangan bahwa menjadi orang kaya tetap ada enaknya dan itu tak lain juga tentang materi. lihat saja akhir dari program ini. pasti ada saja keluhan. 3 hari dijalani, setelah itu..bertahun tahun dia akan kembali sebagai si miskin. ibaratnya dia di Iming2 dengan kekayaan yang dipertunjukkan padanya. bisa jadi akhirnya dia ngresulo dengan keadaannya...
kadang bagi si kaya..3 hari di desa ibarat berlibur, untuk melepas penat tapi bagi si miskin...? 3 hari adalah gerbang baru yang tak jarang merubah tatanan hatinya..
kasihan kan adik kecil yang tak mau di ajak pulang ke kampung???
kasihan juga kan waktu si kecil tertawa riang pas hari ke 2 dan hari ke 3 dia menangis...???
Moga saja setiap orang yang ikut acara itu adalah orang2 yang bijak. amiin...
Senin, 23 Maret 2009
bantu aku menjadi diriku yang dulu
Hari ini, 7 bulan lebih terlewati dari “saat itu” . Masih sedikit kurasa getar sunyi yang mengobrak-abrik ruangan kecil hatiku.
Setelah semua kata2ku yang membuat niat ini terkaburkan….tiba2 sebuah cerita kembali mencuat “Mencintai Istri tanpa Syarat” sebuah kisah yang menohokku habis2an.
Tapi….semalam tiba2 aku membuka horizon yang sempat kau tutupi…. Apakah aku menemukan jawaban????
Aku sakit…………
Terkapar tanpa daya, lemah di mata mereka.
Tapi aku melarikan dari dari setiap macam tatapan.
Dan akhirnya,
Yang kudapat hanya sepi belaka.
“I’M FINE…………………”
Tapi lidahku tercekat, di antara mata2 yang menatapku di balik kamar….
Aku benci jadi lemah…………..
Aku benci terlihat oleh mereka…………
Aku benci dengan aku yang sekarang…..
Dan ………..
Sebuah memori melintas dalam benakku
Memancing sisa air mata
--- aku terkapar…. Terseok berjalan di antara gang….. ---
--- ia datang dengan segala keegoisannya…. ---
--- menyeretku ke rumah sakit, tanpa siapapun…. ---
--- rahasiaku dibawa olehnya, sakitku dijaga dari kata ---
--- tak seorangpun menatapku dengan tatapan kasihan ---
--- karena semua hanya antara kami---
Apakah itu yang membuatku kuat????
--- keputusasaan pecah…menyeretku dalam pertengkaran---
---dalam patahnya harapan, aku dituntut tuk selalu ada---
---sebuah perjanjian yang kuikrar……---
--- bahwa aku akan selalu menjaganya---
--- dihadapan mata nya ataupun tidak---
Itukah yang membuatku bertahan????
Dan kini………….
Kenapa denganmu aku merasa lemah????
Apakah aku menyalahkan kehadiranmu???
Jika seseorang selalu berdoa untuk agar keinginanya dikabulkan
Lalu dia mendapatkan keinginannya…
Tapi…
Tiba2 ia merasa tak layak mendapatkannya….
Apakah itu artinya ia tak bersyukur????
Ataukah hadiah itu bukanlah yang terbaik baginya????
Bantu aku menjadi diriku yang dulu………………..
1212
Ingat!!!
Jangan Suka Marah2!!
Ga Baik Untuk Diri Sendiri N Orang Lain!!
Pesen A Yang Terakhir.
Pertimbangkan Masak Masak Sebelum Menganbil Keputusan!! Jangan Mengutamakan EGO!!
Af1 Klo A Banyak Ngomong n Menyinggung!!!
A Emang Orang Lain Dlm Kehidupan
Tapi Sebagai Sahabat Tidak
Klo Mau Sih Klo Tidak Ya Terserah Yang Menentukan Masa Depan Anti Adalah Anti Sendiri Bukan Orang Lain.
OK...
Selamat BerKreasi Dengan Jiwa Yang Baru.
"Masihkah Syawal Tahun Ini Sama Dengan Syawal2 Sebelumnya"
Ml_g*15:06_08-10-08
29118
a baru baca pesan itu kemarin waktu buka CD ke1.
G tahu, tiba2 a merasa jahat banget selama ini. sukanya mara….aah terus.
Diajak nomong baik2, selalu saja berulah. Padahal selama ini a dah sangat ngrepotin, malah nambah ngrepotin dengan sifat marah2 a.
Habis…walaupun nggak marah, bawaannya pasti kelihatan marah.
Kalaupun diajak serius, nggak enak juga kalo nggak bikin ulah dulu.
He…Ya Allah, jahat banget a.
G tahu! Sejak kuliah kok jadinya kaya gini. G tahu juga kenapa setiap ngomong ma dia, pinginnya marah2 trus. Mungkin karn a ga bisa nglimpahin ke orang lain. He…
Akhirnya…jadi makhluk paling jahat n dicap pemarah.
A juga geli waktu dia bilang jika ngomong ma fulanah a g boleh emosi bla…bla..bla… ternyata sudah sebegitu parahnya ya…
A jadi bingung.
Ternyata..
Dalam masalah kaya gitu, a g akan bisa ngomong banyak. untung aja a g nangis waktu bicara ma fulanah
Apa a berkepribadian ganda ya….???
Satu sisi marah2, disisi lain, malah nangis……
Jadi kangen ma seseorang…dan fulanah ngingatin a ma orang itu. Gadis yang sakit, sekarat di luar
Waktu fulanah ngomong ttgnya, a sempat merasa asing, asing ma fulanah. A menyangka dia akan seperti gadis itu. A kira fulanah akan lebih ngerti, tapi….a salah. Dia bukan gadis itu…
Ternyata…a benar2 jahat.
Jika gadis itu a ajak keMalang, mungkin a g bakal kehilangan dia.
Dulupun a bisa melacaknya sampai munyer2 njlimet. Dan tahu2 dia di
Ngapain a cerita ini ya???
Mungkin karena a kemarin salah mengharap.
N sekarang, bukane membuat keadaan lebih baik, tapi malah membuat 2 orang sahabat …..
1 syawal kemarin,
semuanya berbeda,
a g menemukan diri a.
a kehilangan seseorang
khataman juga berkurang
rasanya serba merosot.
G tahu kenapa……
Jika a bisa kaya dulu….
Huff…
Kenapa a nulis titik2 ya…???
Cz a g tahu apa yang mau a tulis……..g tahu…g
Repot makan.pikiran a kosong…
Marah…marah…thok.
Kapan bisa berhenti ya…
Mending a ketemu ma gadis itu, so nggak bakal marah, tapi senyum….trus…dan selalu bisa kuat.
Jika saja….a bertemu dia…a g akan melepasnya…
A ingin mengajaknya bareng2 ma a..
Tapi…g boleh kaleee!!!!
Ya udah lah..biarin aja. Kalau g disini, moga kelak disana bisa bertemu.
Amiin…………
Amiin…………
Stress dibawa langit yang g berbintang itu menyedihkan….
Stress g da kartun itu menyusahkan…..
Tapi itu akan membuat a makin dekat ma Dia….
Cz g da pelarian lainnya..
Aduh..heng!!!
Kepada Keterasingan
Kepada, sebuah keterasingan…
Saat ini aku memang terasing, tak hanya di mata mereka
Namun juga di matamu…
Keterasingan yang tak sempat ku jatahkan dalam sisa waktu perjalanan
Yang tak pernah ku imajinasikan dalam mimpi malam.
Sebuah bentuk pemecatan atas eksistensiku dalam slide hidupmu,
Yang sempat kurenda dengan angan dan harapan.
Tapi kini yang ada hanya keterasingan dari jiwaku yang lara
Dalam duka, kau papah langkah menuju nuraniku yang iba
Dalam resah, kau ayun kaki susuri rimba kebimbangan.dan ku sambut
Walau dengan kecemasan – apakah ini dibenarkan?
Kau ku turut meski lara menusuk, hingga tanyapun tiba – apakah ini sebuah pengorbanan – atau refleksi dari kebodohan?
Dan kini…, kembali kudapati…hanyalah keterasingan diri
Ku coba lupakan semua, tapi tak urung hati menuntut jua
“ jika dulu aku ada, kenapa sekarang kau tak tiba?”
telah ku gemborkan bahwa semua terbungkus ikhlas jiwa,
tapi tak ayal, hatipun bertanya, inikah dirimu yang sebenarnya?
Lagi…dan lagi
Kudapati diri kian terasing,
Tak hanya di mata mereka , kinipun di mata dunia
Lalu haruskah aku kembali terbuang?
Mlg, 04042008
To. Someone who used to accompany me in the storm, and fly away by the wind. Lost by the time but still, disturbing me in her troubles. Is it forfeiture or just a stupidity?
hati2ku
sungguh, aku tak ingin mengalami semua ini, tapi terkadang langkah yang bergetar tak lagi berkawan dengan pikir.
Jika bisa ku ulur setiap detik waktu yang telah bersulur...lantaran bentang masa yang kian menjamah...aku ingin kembali memintal semuanya.....
Allah..apakah diri rapuh????
jika ada keinginan menjaga izzah ini namun ternyata bibir terkunci????
Jika kelemahan ku adalah dosa, maka ampunilah aku, sungguh ini semua tak ku sengaja
Tapi jika ini adalah yang terbaik..maka kuatkan hambamu....
apa yang berlaku hanya secuil duri....
jagalah hati-hati kami, karena hatiku telah terkotori........
Ya Illahi...
aku tak ingin ada yang mencuriMu...
aku tak ingin ada yang menyandra cinta orang tuaku....
aku tak ingin ada yang merenggut cinta sahabat2ku....
maka hentikan kekotoran yang makin menjarah....
membabat mata batin yang kian terluka.........
poemQ
It is
It is a time,
Chases and creeps without any rhyme,
When everything in the world turns in a mime,
And the eyes see all of the previous crimes.
It is a heart,
Has no beat and part,
No more hunch and mind art,
And all breaths are blocked so smart.
It is just a space under the ground,
The soul left makes him down,
In the dark and loneliness with no sound,
While rotten body rejected by the town.
It is the sky,
With a door he must pass by,
And the tears drop from the cry,
But the world closes a moment to try.
the calling
When the dew evaporates
The joy follows to disappear.
In my worships, the reason that I never understand redolent me of Your Sake
If all I do because my fear of the hell
Burn me there,
And so far I worship You just my will of the heaven
Exclude me away, don’t touch me anymore
But………on the behave of Your Love
I knee, and pray for all I wish
This world is not mine
But it seems burn me with its fire
The stars’ deems doesn’t arrive at all
On the behave of Your Mercy
The night calling me to the dark of my side
A part that no enter, but one
When the tears can’t flow anymore
And freeze within.
Snowball and hit everything it’s passing
When the twilight doesn’t give a shine
And the moon is hidden by the clouds
Pouring me with Your everlasting beauty
And take a hand to hug me
Love in this world also dissolve from my life
No more has the feel and size.
My poems
Perjalanan Lesu
Di antara gelap dedaunan,
Aku menyusur perlahan dalam remang.
Satu persatu, kucipta jejak di tanah yang masih basah
Dan embunpun masih enggan turun dari pucuk-pucuk rumput yang mengaltari bumi.
Saksikan Tuhan….
Dalam remang, hamba sendirian tersuruk ke arahMu
Berlomba dengan cahaya surya yang mengintip malu
Dibalik pucuk-pucuk gunung lesu
Keindahan cinta yang kehilangan gema
Seakan menggoyang jiwa yang merindu,
Tuk kembali temukan surgaMu di dunia
Illahi….
Lihatlah…
Nafas imanku tersengal,
Dimana kerindangan ukhuwah yang memberiku asupan udara taqwa?
Gelisah ini membungkusku
Keengganan seakan merongrong niatan diri
Tapi saksikanlah…aku masih melangkah, walau dalam lesu
Mlg,291108
04.53